TRANSPLANTASI ORGAN DITINJAU DARI HUKUM ISLAM

mk          Apa itu transplantasi organ?

         Donor organ atau sering disebut transplantasi organ merupakan pemindahan suatu organ atau jaringan tubuh manusia yang masih berfungsi baik, baik dari orang yang masih hidup maupun yang sudah meninggal. Yang kemudian ditanamkan pada tubuh manusia yang lain yang membutuhkannya.Dalam kamus kedokteran DORLAND dijelaskan bahwa transplantasi berasal dari bahasa inggris transplantation yang memiliki arti penanaman jaringan yang diambil dari tubuh yang sama atau dari individu lain.
Jadi dapat disimpulkan bahwa Transplantasi organ adalah pemindahan seluruh atau sebagian organ dari satu tubuh ke tubuh yang lain, atau dari suatu tempat ke tempat yang lain pada tubuh yang sama. Transplantasi ini ditujukan untuk menggantikan organ yang rusak atau tak befungsi pada penerima dengan organ lain yang masih berfungsi dari donor. Donor organ dapat merupakan orang yang masih hidup ataupun telah meninggal.

AYAT-AYAT AL-QURAN YANG BERKAITAN DENGAN DONOR ORGAN
1. Terkadang orang yang masih hidup ingin menyumbangkan organ tubuhnya ke orang yang lebih memerlukan, tentunya dengan alasan tertentu yaitu salah satunya hubungan kekeluargaan ataupun dalam motif ekonomi. Islam memandang manusia harus menjaga dan menghormati tubuhnya sendiri, tidak menyerahkannya kepada orang lain ataupun mengantinya dengan sejumlah uang. Karena organ tubuh manusia merupakan hal yang paling penting dalam kehidupan. Manusia tidak dapat menciptakannya. Jika manusia menyerahkan organ tersebut, berarti membuat kecelakaan bagi dirinya sendiri sebagaimana firman Allah Swt :
a. Al Quran surah Al Baqarah ayat 195 :
albaqarah 195

“Dan janganlah kamu menjatuhkan dirimu sendiri dalam kebinasaan”.

        Ayat tersebut mengingatkan manusia, agar jangan gegabah dan ceroboh dalam melakukan sesuatu, namun tetap menimbang akibatnya yang kemungkinan bisa berakibat fatal bagi diri pendonor, walaupun perbuatan itu mempunyai tujuan kemanusiaan yang baik dan luhur. Donor organ tubuh yang mengharap imbalan atau menjualnya, haram hukumnya, disebabkan karena organ tubuh manusia itu adalah milik Allah (milk ikhtishash), maka tidak boleh memperjualbelikannya. Manusia hanya berhak mempergunakannya, walaupun organ tubuh itu dari orang lain.

b. Al-Quran surah An-Nisa ayat 29:
anisa 29

“… dan janganlah kamu membunuh dirimu! Sesungguhnya Allah Maha Penyayang kepadamu.” (QS. An-Nisa 4: 29)
Ayat tersebut menjelaskan bahwa manusia tidak diperbolehkan menbunuh dirinya sendiri. Maka dari itu, tidak diperbolehkan mendonorkan organ tubuh yang menyebabkan kematian bagi si pendonor.

2. Donor orang yang sudah meninggal :
Hukum donor (mata, ginjal dan jantung) dari orang yang sudah meninggal tidak menyalahi ketentuan agama Islam, dengan syarat ahli warisnya mengizinkan dan membolehkannya atau terlebih dahulu ada wasiat untuk diambil organ tubuhnya dan diberikan kepada orang yang membutuhkannya.
Merupakan tindakan kemanusiaan yang sangat dihargai oleh Islam sebagaimana firman Allah Swt:

almaidah 32

“Dan barangsiapa yang memelihara kehidupan seorang manusia, maka seolah-olah ia memelihara kehidupan manusia semuanya.” (QS. AlMaidah:32).

 

KONDISI APA SAJA YANG MEMUNGKINKAN PELAKSANAAN DONOR ORGAN MENJADI HARAM?
Kondisi yang mengharamkan pelaksanaan donor organ:
1. Transplantasi Organ Tubuh Donor Dalam Keadaan Sehat
Apabila transplantasi organ tubuh diambil dari orang yang masih dalam keadaan hidup sehat, maka hukumnya ‘Haram’, dengan alasan :
a. Firman Allah dalam Al Quran surah Al Baqarah ayat 195 :
“Dan janganlah kamu menjatuhkan dirimu sendiri dalam kebinasaan”.
Ayat tersebut mengingatkan manusia, agar jangan gegabah dan ceroboh dalam melakukan sesuatu, namun tetap menimbang akibatnya yang kemungkinan bisa berakibat fatal bagi diri donor, walaupun perbuatan itu mempunyai tujuan kemanusiaan yang baik dan luhur. Dalam masalah yang terakhir ini, yaitu donor organ tubuh yang mengharap imbalan atau menjualnya, haram hukumnya, disebabkan karena organ tubuh manusia itu adalah milik Allah (milk ikhtishash), maka tidak boleh memperjualbelikannya.

2. Transplantasi Organ Tubuh Donor Dalam Keadaan Koma
Melakukan transplantasi organ tubuh donor dalam keadaan koma, hukumnya tetap haram, walaupun menurut dokter, bahwa si donor itu akan segera meninggal, karena hal itu dapat mempercepat kematiannya dan mendahului kehendak Allah, hal tersebut dapat dikatakan ‘euthanasia’. Tidaklah berperasaan/bermoral melakukan transplantasi atau mengambil organ tubuh dalam keadaan sekarat.
Hadits Nabi, riwayat Malik dari ‘Amar bin Yahya, riwayat al-Hakim, al-Baihaqi dan al-Daruquthni dari Abu Sa’id al-Khudri dan riwayat Ibnu Majah dari Ibnu ‘Abbas dan ‘Ubadah bin al-Shamit :
“Tidak boleh membuat madharat pada diri sendiri dan tidak boleh pula membuat madharat pada orang lain”.
Berdasarkan hadits tersebut, mengambil organ tubuh orang dalam keadaan koma/sekarat haram hukumnya, karena dapat membuat madharat kepada donor tersebut yang berakibat mempercepat kematiannya, yang disebut euthanasia.

Referensi
Al-Qur’an
https://id.wikipedia.org/wiki/Transplantasi_organ
TransplantasiOrgan. http://elib.fk.uwks.ac.id
http://dualmode.kemenag.go.id/file/dokumen/MFmodul7.pdf
Merriam Webster Online Search, Online Dictionary, http://www.merriam-webster.com/netdict/transplant

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s